Review Bukber 1000 Kata

Oke, 1000 kata, let’s begin. Jadi ceritanya itu kita anak TI MRI 2011 disuruh bikin acara kekeluargaan yang enggak pake embel-embel tugas sama kakak-kakak MTI. Sebenernya enggak disuruh juga sih, kita sendiri yang inisiatif bikin acara (kita itu maksudnya 10 orang yang diajak Max ke kanopi buat ketemu kakak MTI). Tapi menurut saya sih arah obrolannya ya dibawa kesitu, biar kita yang ngeluarin inisiatif buat bikin acara kekeluargaan hehe sotoy amat. Yaudah setelah mengalami proses perdebatan yang cukup alot (alah), akhirnya disetujui kita bakal bikin bukber TI MRI 2011 hari senin tanggal 6 Agustus 2012 dengan acara ini diketuai pelaksanaannya oleh Riszajidien. Abis dari kanopi, kita nge-floor-in hal ini ke temen-temen TI MRI 2011 yang lagi bikin tugas di TVST. Dan ternyata reaksi dari massa enggak seheboh yang diperkirakan. Fail deh jadinya haha mungkin pada lagi bikin tugas kali ya, jadi konsentrasinya ke tugas bukan ke orang yang lagi ngomong di depan. Yaudah, karena awalnya kita mau ngelibatin banyak orang dalam prosesnya, tapi dengan respon yang kurang heboh, maka diputuskan kalo kita bakalan bikin tim kecil lagi untuk bikin acara bukber ini. Ini kejadian kayaknya sih sabtu malem tanggal 4 agustus kalo enggak salah.

Lanjut lagi, di hari Minggunya, abis kita foto angkatan, kita di lapcin dibagi jadi empat spot buat pengerjaan empat tugas angkatan. di salah satu spot itu ada spot buka bersama. Disitu didiskusiin deh, mau bujet berapa, lokasi dimana, mau makanannya apa, transportnya gimana, dan sebagainya. Akhirnya kita sepakat bakalan ngadain ini acara bukber di rumahnya Nda di daerah Geger Kalong. Karena lokasi acara yang enggak ketulungan ribetnya karena banyak belok-belokannya dan lokasinya yang mengherankan karena ada hutan-hutannya gitu di deket situ dan juga cukup jauh tempatnya dari ITB, maka kita memakai sistem pemulangan yang kita punya, dengan pj Aul. Dari sistem itu didata lagi yang bener-bener bisa bawa kendaraan siapa aja dan bisa muat berapa. Terus makanan yang disetujui bersama adalah Hoka Hoka Bento. Selain karena harganya yang murah, praktis juga kan kemasannya. Maka disepakati kalo kita akan bukber hari senin 6 Agustus 2012, di rumah Nda, kumpul jam 3 sore, dengan menu hoka hoka bento. Hore!

Pelaksanaan pada hari H, super molor haha. Awalnya kan kayak mau ada acara-acara kekeluargaan gitu sebelum bukber, tapi karena jam keberangkatan yang molor jadi jam setengah lima, belum ditambah lagi macet di daerah setiabudi yang kalo udah deket-deket jam buka bukannya terurai, malah sepertinya makin jadi cobaan buat yang sedang berpuasa, jadinya semua sampe di rumah Nda pas banget jam buka puasa. Ngomong-ngomong setau saya sih karena rumahnya Nda itu agak ribet jadinya makanannya dibawa sendiri, enggak dianter sama Hokbennya. Tapi kok enggak keliatan bendanya itu dus-dus putih isi makanan. Dan setau saya semua mobil tuh full isinya. Saya sendiri naik mobilnya rifqi dan enggak keliatan ada makanan di bagasinya. Ohlala, ternyata oh ternyata, makanan-makanan itu semua masuk ke mobilnya Risza. Mobilnya Ford Fiesta. Kapasitas 5 orang. Terisi 5 orang. Terus ditaruh dimana itu makanan? Dipangku. Ada juga sih yang dibagasi, tapi karena enggak muat, jadinya sisanya, dipangku. Sabar yah teman-teman yang mangku. Bisa jadi pahala tuh mangku makanan buat buka puasa hehe.

Karena kebanyakan pada sampe pas saat adzan maghrib berkumandang, jadinya pengondisian di rumah Nda belum beres. Maka kami buka sendiri-sendiri dulu dengan makanan yang udah dibeli didekat ITB. Bingung ngeliatin orang-orang yang udah pada prepare banget pake beli takjil dulu di deket kampus, saya yang sedang berhalangan puasa karena datang tamu bulanan, jadi benalu di tiap gelas es buah yang dibawa teman-teman saya. Akhirnya rumah Nda pun siap untuk dimasuki oleh seratusan orang. Lalu kami bersiap melaksanakan solat maghrib bagi yang melaksanakan. Sembari orang-orang bergantian solat, makanan pun dibagikan. Mungkin heran ya, gimana caranya seratusan orang muat di satu rumah, sambil makan-makan pula. Saya jelaskan kondisi sebenarnya. Kita semua bener-bener harus pinter-pinter cari spot yang kosong buat duduk. Karena begitu sempitnya, kalo dilihat dari helicopter view-nya anak TI MRI, ruang keluarga Nda yang tadinya luas dan lapang, berubah menjadi tempat pengungsian bencana seketika. Luar biasa. Lanjut lagi. Habis solat dan makan-makan, kita semua mulai kelayapan ke luar rumah mencari kegiatan. Ada yang foto-foto, ada yang ngobrol-ngobrol, ada juga yang main gitar. Karena, gatau kenapa, TI MRI 2011 ini suka sekali sama yang namanya nyanyi-nyanyi, maka spot nyanyi-nyanyi diiringi oleh permainan gitar dari maestro gitarnya TI MRI 2011, mister Luhut, paling rame. Satu persatu dari kami mulai join ikut nyanyi juga. Semua lagu dinyanyiin. Dari yang galau sampe yang rame. Dari Dewa sampe Project Pop. Pokoknya semua tuntas deh dinyanyiin. Awal-awalnya sih masih malu-malu gitu kan, masih sambil duduk-duduk manis gitu semuanya. Yang berdiri juga yaa, sambil nempel tembok gitu enggak ada yang goyang. Iya sih emang awal-awalnya kita nyanyiin lagu angkatan kita dulu. Semua pada semangat banget nyanyiin lagunya, udah pada enggak takut sama yang namanya suara fals ataupun sumbang, karena emang yang denger juga kita-kita sendiri, enggak kayak waktu ada kakak-kakak MTI nya hehe malu malu takut sumbang terus ketauan gitu. Tapi lama-lama lagu pun berganti dan mister Luhut pun berubah posisi. Dia jadinya berdiri di tengah-tengah massa terus mulai memainkan lagu-lagu yang ngebeat. Langsung deh kita semua goyang ngikutin irama lagu. Paling heboh sih pas kopi dangdut dinyanyiin, wah semuanya walau enggak hapal liriknya tapi masalah goyang enggak ada malunya deh. Tapi keriaan ini dihentikan sejenak karena acara yang udah disiapkan oleh Gita dan teman-teman di dalam rumah sudah mau mulai. Sebelum semua masuk ke rumah, tiba-tiba Andi teriak ‘Kok sepi sih?’. Tau banget kan ini tagline darimana. Maka semuanya kangsung pasang posisi tangan diatas, pantat ke belakang, dan menyanyikan lagunya WKS yang hidup-tanpa-cinta-bagai-taman-tak-berbunga sambil joged-joged heboh. Riuh lah pokoknya.

Acara dilanjutkan di dalam. Gita udah nyediain slide show komen-komen anak TI MRI 2011 untuk angkatannya sendiri. Dilanjut lagi dengan foto-foto kita selama PPAB ini berlangsung. Setelah itu Gita nyediain acara tebak-tebakan yang pertanyaannya seputar angkatan TI MRI 2011 dan bagi yang bisa menjawab diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri dan semua orang boleh nanya apapun ke orang itu. Wah, disini jadi ajang banget buat membangkitkan bibit-bibit cinta yang ada diantara kami. Aini dan Aiman juga Agi dan Yunisa tidak lah luput dari santapan massa yang ganas dan haus akan gosip-gosip terhangat. Sadis sih ada yang sampai ngaku juga. Si Nico tuh yang kayaknya udah kesengsem banget sama Deli, ditanyain abis-abisan sampe mau kabur dari TKP. Wah rame lah pokoknya. Semua ini makin mendekatkan hubungan kami sebagai satu angkatan, karena tanpa diduga banyak juga yang tadinya pendiam tapi tiba-tiba keluar hebohnya disini. Asiklah pokoknya. Sampai pada akhirnya malam sudah semakin larut dan kami semua pun harus pulang. Bagi saya walaupun acara bukber ini singkat, tapi sangat berbekas dihati. Terima kasih ya guys.

 

 

Advertisements

Leave a Comment

Review Hari ke 4 PPAB MTI 2012

Pada hari ini, Sabtu, 4 Agustus 2012, kami menjalani proses PPAB MTI 2012 yang telah memasukki hari ke empat. Hari ini segalanya dimulai seperti biasa. Kami mulai dengan berkumpul pada gedung PLN pada pukul 6 pagi. Kami semua mengecek kelengkapan kami juga berusaha melengkapi buku angkatan kami. Setelah itu pukul tujuh kami mulai cek spek dipimpin oleh andi dan ditutup dengan perintah untuk berbaris rapi dan bersiap-siap untuk masuk ke lapangan parkir GSG tempat kita berkumpul untuk apel pagi seperti biasa.

Saat apel, pertama-tama kami melakukan cek spek dari panitia. Kali ini dua spek digabung menjadi satu yaitu alat solat dan makan siang. Hal ini menyebabkan banyak teman saya yang ditarik keluar dari barisan karena tidak membawa salah satunya.  Setelah pengecekkan spek, tugas kami pun diperiksa dan kami diberitahu bahwa tugas mading yang kami kerjakan salah, sehingga maped, sebagai pj nya, merasa bertanggung jawab untuk membuat gantinya yang aka diserahkan besok.

Setelah cukup berjibaku dengan kakak-kakak yang galak, kami akhirnya dimobilisasi ke ruang pti. Disana kami diberikan materi pertama oleh kak Suryo Sasono. Kak suryo menjelaskan tentang betapa pentingnya untuk berhimpun dan berorganisasi karena kita yang lulusan teknik indunstri yang kebanyakan akan bekerja di kantor dan terjebak disana dari pagi sampai sore sehingga kurangnya variasi dalam hidup kita karena telah terjebak dalam rutinitas yang membosankan. Maka dari itu kami tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan apapun yang diberikan ITB un tuk memantainnya.

Setelah kak suryo selesai, kak Handy datang dan memberikan materi tentang apa itu MTI dan menerangkan BP yang dibentuk olehnya. Satu persatu ia jelaskan, sampai pada proker yang dibentuk olehnya selama masa jabatannya.

Terakhir adalah acara yang menjadi klimaks hari ini, yaitu amazing race keliling ITB. Pada amazing race ini kami dibagi menjadi kelompok-kelompok seperti biasa dan kami ditugaskan untuk mencari tempat yang disebutkan dalam clue yang telah diberikan oleh panitia. Ditiap posnya terdapat semua pengurus MTI. Dan lomba hari ini dimenangkan oleh kelompok tujuh.

Pulangnya kami diberikan lagi sejuta tugas oleh litbang. Tapi tak mengapa, kami masih tetap berusaha menyelesaikannya. Semangat!

Leave a Comment

Review Hari ke Tiga PPAB 2012 3 Agustus 2012

Hari Jumat tanggal 3 Agustus 2012 ini, kami massa TI MRI 2011 kembali dijarkom untuk hadir pada pelaksanaan PPAB 2012 pada pukul 7.30 pagi seperti biasa di lapangan parkir GSG. Pada kesempatan kali ini, kesiapan kami semakin membaik dibanding sebelum-sebelumnya yang terkesan tergesa-gesa dalam melengkapi tugas dan spek sebelum mulai PPAB. Tetapi yang masih menjadi kendala bagi kami adalah masih tetap banyak anak TI MRI 2011 yang tidak hadir dalam PPAB hari ketiga ini sehingga sulit bagi kami seangkatan untuk memenuhi angka minimum kehadiran yang telah disepakati dalam kontrak belajar yaitu sebanyak 161 orang. Dan terbukti pada hari ini peserta yang datang hanya sebanyak 134 orang. Hal ini menjadi pikiran bagi kami, tetapi kami berpikir paling-paling kami akan dimarahi seperti biasa karena tidak mampu memenuhi kontrak belajar yang telah disepakati. Ternyata tak kami duga, danlap hari itu, yaitu kak Ari, memutuskan untuk memulangkan kami semua peserta PPAB karena pada hari ketiga PPAB masih banyak peserta yang tidak hadir. Kami semua kaget dan tidak menyangka.

Karena kami merasa bersalah dan masih merasa ingin menerima materi yang seharusnya kami dapatkan hari itu, maka setelah semua panitia bubar dari lapanga gsg, kami memutuskan untuk berkumpul kembali dan mendiskusikan apa yang sebaiknya kami lakukan di jalan depan kantin KBL. Disana sembari berusaha mendata siapa saja yang berhalangan tapi masih bisa dating PPAB, tiba-tiba kak Hervi datang. Dia memberikan wejangan santai tentang mengapa kami sulit sekali memenuhi minimum kehadiran. Ia menanyakan pada kami apakah kami masih berniat melanjutkan PPAB hari itu, dan kami jawab kami siap. Maka kak Hervi member batas waktu hingga pukul 9.45 untuk mengumpulkan teman-teman yang lain. Sampai batas waktu yang ditentukan, kami berhasil menambah jumlah kami menjadi 138 dan acara PPAB akhirnya dilanjutkan.

Pertama kami diberi tugas yel-yel kelompok oleh para mentor. Setelah itu kami diberi istirahat dulu untuk sholat jumat bagi yang pria sampai pukul satu siang. Lalu kami berkumpul lagi di lapangan parker GSG dan dimobilisasi ke ruang PTI. Disana kami diberi tugas untuk mempresentasikan industry-industri yang telah kami pilih untuk menjadi tema presentasi kami. Yang bisa presentasi hanya beberapa kelompok saja, ditutup oleh kelompoknya Gita yang pada presentasinya menimbulkan banyak komentar dan banyak gelak tawa.

Setelah presentasi selesai, kami dimobilisasi kembali ke lapangan parker GSG. Disana seperti yang telah kami duga, kami akan dievaluasi tentang materi-materi apa saja yang telah kami dapat selama PPAB dari prainteraksi sampai PPAB hari kedua. Disini kami dibentak dan dimarahi karena masih banyak yang tidak mengerti materi yang diberikan oleh panitia. Kami juga ditegur karena tidak selesainya tugas-tugas yang diberikan oleh panitia, yang contohnya buku angkatan masih banyak yang bolong-bolong.  Dan akhirnya, disini kami memutuskan untuk menunjuk PJ matrikulasi untuk mematrikulasi pelajaran-pelajaran yang diterima oleh semua peserta.

Sekian materi hari ini. Tugas barunya banyak kali yah kak  ya Allah Alhamdulillah ikhlas hehe walaupun begitu, kami mengerjakan dengan hati ikhlas untuk membantu. Tugasnya antara lain adalah nametag dibenerin, buat padus angkatan, resume bujang, review harian, buku angkatan, dan yel-yel kelompok. Yasudah, saya mau ngerjain yang lain dulu. Makasih udah diperiksain ya litbang. Semangat!!

Leave a Comment

Review hari ke-2 PPAB MTI 2012

Pada hari Kamis 12 Agustus 2012, kami TI MRI 2012 diberikan jarkom untuk interaksi pada pukul setengah lima pagi. Kami memang telah mengantisipasi hal ini dengan tetap siaga sampai benar-benar J-3 dari waktu mulainya interaksi pagi. Kami hari ini juga telah dihimbau untuk datang sendiri-sendiri dan tak bergerombol ke tempat berkumpul untuk apel pagi. Tetapi hal ini menyebabkan kami kumpul terlambat lima belas menit dari waktu yang ditentukan panitia di lokasi, yaitu pukul 7.30. berkumpul dengan metode baru ini juga menyebabkan tidak ketahuannya orang-orang yang terlambat.

Apel diawali dengan cek spek seperti biasa. Pada cek spek hari ini masih ada sekitar 16 orang yang tidak membawa spek yang ditentukan. Hal ini menyebabkan Andi sebagai PJ spek harus turun seri sebanyak 16 seri. Tetapi panitia memberikan keringanan menjadi satu seri untuk setiap 5 orang yang tidak membawa spek. Setelah itu, ada pemeriksaan tugas-tugas angkatan. Sistem pemulangan masih menjadi permasalahan dengan banyaknya TI MRI 2012 yang masih belum mengetahui sistemnya padahal sistemnya sudah ada dan sudah disosialisasikan lewat grup FB. Masalah lain yang dibahas adalah masih bolong-bolongnya buku angkatan.

Selesai apel pagi, kami kembali dimobilisasi ke ruang PTI. Disana kami diberikan materi seminar oleh kak Tafta dan kak Bintang MRI 2009. Materi yang diterangkan adalah tentang seven tools. Selesai diberi materi, kami diberikan contoh studi kasus untuk diselesaikan dengan metode fish bone.

Keluar dari ruang PTI, kami dimobilisasi menuju labtek untuk mentoring. Dalam mentoring, kami diberikan latihan untuk mencari masalah yang beredar disekitar ITB untuk dicarikan akar permasalahannya. Nantinya salah satu dari permasalahan yang diangkat oleh kelompok-kelompok ini akan dipresentasikan beserta akar permasalahannya. 

Lalu kami kembali dimobilisasi untuk pindah ke tempat apel sore. Disini kami diberikan tugas-tugas oleh panitia Litbang. Tugas yang diberikan antara lain adalah review harian, buku angkatan minimal 75 orang, presentasi kelompok mengenai perindustrian di Indonesia dan solusinya di karton A2, dan buat koran angkatan. Panitia juga memberitahukan bahwa untuk interaksi selanjutnya akan diadakan evaluasi materi dari interaksi pertama sampai interaksi kedua. Semangat!

Leave a Comment

SWOT

strength :

mudah bergaul dengan orang lain dan adaptif dalam menghadapi lingkungan baru

bila sedang menginginkan sesuatu, saya bisa sangat bersungguh-sungguh untuk berusaha

Weakness :

saya orangnya malas, malas bangun. malas untuk beraktivitas.

saya masih sulit untuk menentukan mana hal yang lebih prioritas 

Opportunity : 

saya berkuliah di ITB

orang tua saya cukup mampu dalam membiayai saya serta memberikan modal usaha jika diperlukan

saya memiliki banyak teman yang mencintai saya dan perduli terhadap saya

Threath : banyaknya persaingan di dunia kerja dan juga banyaknya tekanan dan tuntutan dari luar 

STRATEGI

streghth-opportunity : dengan kemampuan bergaul yang saya miliki, bisa memudahkan saya untuk memperoleh banyak kenalan dan link yang mungkin bisa membantu bisnis saya di masa kedepannya

 

strenghth-threath : walaupun dengan banyaknya tekanan dan tuntutan dari luar, tetapi dengan tekad keras hamba bila hamba bener-benar menginginkan itu, maka threath macam ini tak lagi lah perlu diperhatikan

 

Weakness-threath : pilihlah celah-celah lowongan yang peminatnya tidak begitu ramai karena akan sulit dalam pengambilan foto

 

weakness-opportunity : dengan berkuliah di ITB mungkin perlahan-lahan sifat buruk saya yang terlalu santai bisa berkurang perlahan. 

Leave a Comment

Review Harian PPAB MTI 2012 (hari pertama)

Pada hari Rabu tanggal 1 Agustus 2012, tepatnya hari ini, kami massa ca-MTI telah dijarkom malam sebelumnya akan adanya interaksi pertama pada pukul 7.30 pagi dan berkumpul di lapangan parkir depan GSG. Setelah sebelumnya kami berkumpul di gedung PLN terlebih dahulu untuk melakukan pembagian nametag serta merapihkan tugas-tugas yang belum selesai, kami akhirnya seangkatan memasuki wilayah GSG lebih beberapa menit dari waktu yang telah ditentukan. Disana sudah siap kakak-kakak MTI berbaris di jalur kedatangan kami. Pertama-tama di apel pagi ini, moderator menanyakan akan berapa jumlah peserta PPAB yang hadir. Karena kurang dari minimum kehadiran yang disetujui, maka diberikan solusi agar ada pj kehadiran. Setelah itu, kami melakukan cek spek. Ternyata masih banyak peserta yang tidak membawa ataupun salah persepsi akan barang yang harus dibawa. Maka solusinya lagi-lagi ditunjuk pj spek yang bertanggung jawab akan tiap spek yang peserta bawa. Bahasan selanjutnya dalam apel pagi ini adalah tentang tugas-tugas yang telah diberikan litbang pada peserta. Masih banyaknya kesalahan dalam pengerjaan dan masih banyaknya peserta yang tidak ikut mengerjakan tugas angkatan ini membuat kami masih harus memperbaiki dan menyempurnakan tugas-tugas itu lagi.

Setelah apel pagi, kami di mobilisasi ke ruang PTI di gedung jurusan Teknik Industri. Disana kami ternyata didatangi oleh alumni ITB, kak rehan, yang walaupun masih muda tapi prestasinya sudah cukup banyak. Ia memberikan materi tentang A Purpose Driven Life yang membuat kita banyak merenung, apasih sebenarnya yang kita inginkan dalam hidup ini.

Setelah talkshownya selesai, kami dibagi menjadi 12 kelompok untuk menjalani salah satu rangkaian acara PPAB yaitu mentoring. Pada mentoring ini, kami diajarkan bagaimana membuat visi misi serta tujuan hidup yang berdasakan pada realita dan kenyataan yang ada pada diri saya.

setelah mentoring selesai, kami kembali di mobilisasikan ke ruang PTI. Tak buang-buang waktu, panitia dari litbang langsung masuk ke ruangan dan memberikan tugas-tugas baru. Setelah tugas baru, semuanya memiliki kewajiban untuk menyelesaikan bersama-sama bahu membahu agar semuanya bersama-sama bisa menyelesaikannya dengan baik. akhirnya kami dimobilisasi kembali ke gsg dan melakukan apel pembubaran. semangat!!

Leave a Comment

Visi Misi Hidup

Nama saya Nabila Ismasari. Bagaikan visi dan misi yang kerap dipajang di lobi-lobi sekolahan, saya juga memilik visi dan misi yang saya pegang dalam menjalani hidup yang singkat ini. Namun mungkin bedanya visi dan misi saya lebih sederhana, dalam segi tata bahasanya mungkin. Tetapi tentu saja tetap memiliki makna yang mendalam.

Visi yang saya miliki sederhana saja. Saya ingin bisa menjadi orang yang berguna. Sederhana saja kan? Walaupun begitu makna yang terkandung di dalamnya sangat dalam menurut saya. Ibu saya sering berpesan pada saya bahwa beliau tidak meminta banyak dari anak-anaknya. Cukuplah untuk beliau bila saya dan adik saya bisa menjadi pribadi yang soleh dan utamanya berguna. Berguna bagi siapa saja? Berguna baik untuk orang tua, keluarga terdekat, tetangga, orang-orang yang kekurangan dan membutuhkan, bangsa dan tanah air tercinta Indonesia, serta bisa berguna bagi agama saya, agama Islam.  Beliau selalu mengingatkan saya akan hal ini bila saya sedang malas atau menurun performanya dalam berjuang dan berusaha. Karena bila saya diingatkan akan hal ini, saya jadi teringat akan begitu banyaknya orang-orang di luar sana yang kurang beruntung dan masih membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari orang-orang yang lebih beruntung. Juga saya teringat akan begitu menyenangkannya bila bisa berguna bagi orang lain, karena dengan cara itulah kita akan merasakan bahagia yang tak semu. Pasti terasa kok perasaan yang membahagiakan itu bila kita habis menolong orang lain yang membutuhkan tanpa mengharapkan balasan dari orang tersebut. Karena seperti yang kita tahu, kita manusia adalah makhluk sosial yang pasti hidupnya membutuhkan interaksi dan hubungan tolong menolong dengan sesama manusia yang lain. Selain itu saya juga sadar akan masih dibutuhkannya kemampuan saya untuk membantu negara kita yang masih kacau balau ini untuk menjadi negara yang lebih baik lagi untuk anak cucu saya. Berguna bagi agama juga penting, karena masih banyaknya saudara-saudara kami yang berjihad di jalan Allah demi membela agama atau keyakinan yang kami anut. Banyaknya pihak kaum kafir yang ingin menjatuhkan kami tak pernah berhasil karena kami selalu dilindungi oleh –Nya, baik kami sadar ataupun tidak

Dalam mewujudkan visi saya itu menjadi nyata, ada misi-misi yang harus saya lakukan agar saya bisa merealisasikan visi saya itu. Diantaranya adalah saya harus mempersenjatai diri saya dengan berbagai macam ilmu dan skill, hingga bila pada suatu waktu saya membutuhkannya, saya bisa langsung dengan lancar menggunakannya. Melengkapi diri dengan berbagai ilmu juga bisa membuat saya bisa menolong banyak orang dengan ilmu yang saya miliki itu. Selain itu, saya juga mempunyai misi untuk berjuang keras untuk bisa menjadi wanita yang sukses dalam berkarir sehingga saya bisa memiliki banyak uang. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa banyak masalah dan problematika membutuhkan uang sebagai penyelesaiannya, walaupun mungkin uang juga bisa menimbulkan banyak problematika pula. Tetapi dengan memiliki banyak uang, kita bisa mendonasikan uang yang kita miliki itu kepada orang-orang yang membutuhkan, misalnya orang-orang miskin kita berikan modal untuk membangun usahanya sendiri sehingga ia bisa mandiri dari sisi finansialnya. Dengan cara itu kita bisa membantu negara juga kan dengan mengurangi angka kemiskinan, dan bila mungkin, kita juga bisa saja mengurangi angka pengangguran juga. disamping itu, uang bisa juga didonasikan untuk kepentingan umat, seperti membangun masjid di lokasi-lokasi terpencil ataupun memberikan bantuan untuk para mujahiddin di tanah Arab sana yang berjuang membela tanah air nya dan harga dirinya. Misi saya yang lainnya adalah membuat banyak lapangan pekerjaan. Saya bercita-cita agar bisa menjadi salah satu entrepreneur yang sukses, karena dengan cara ini saya bisa menyerap banyak pekerja dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang kita ciptakan,

Sekian visi dan misi dalam hidup saya. Mungkin simple dan biasa saja, tapi saya akan berjuang untuk bisa merealisasikannya menjadi kenyataan. Semangat!

Leave a Comment

Older Posts »